02 November 2026
Pendidikan

Perkuat Peran dan Fungsi MGMP, Zona 5 Libatkan 22 Sekolah Negeri,Swasta

28 Oktober 2026 05:42 WITA 66 views 5 foto
Perkuat Peran dan Fungsi MGMP, Zona 5 Libatkan 22 Sekolah Negeri,Swasta
Galeri Foto
5 foto
Foto 1 Utama
Foto 2
Foto 3
Foto 4
Foto 5

SoE,liputan,Timorraya.co.id - Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP ) yang dibuka secara Resmi oleh Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Apris.A.Manafe. SE.M.Si dilokasih SMPN 3  Kota SoE pada Selasa 27 Oktobe 2026  dan dikuti peserta MGMP di 7 Zona lainnya secara Daring. 

Dalam sambutan Kadis Apris A.Manafe mengatakan, Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) harus mampu merancang pembelajaran yang bermakna,mengembangkan karakter murid untuk memanfaatkan teknologi dan  melakukan evaluasi serta pemahaman,pengembangan setiap murid dalam implementasinya harus berkualitas. 

Menurut Kadis Apris Manafe, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bukan sekedar tempat berkumpul untuk melaksanakan pertemuan Rutin,melainkan MGMP dilaksanakan untuk meningkatkan Profesional Guru Mata Pelajaran dalam berbagi pengalaman bersama terutama mengembangkan inovasi,mencari solusi setiap persoalan yang dihadapi di sekolah. Ungkapnya 

“ Seluruh Anggota MGMP harus memiliki program kerja yang jelas,terarah,terukur dan berkelanjutan. Setiap kegiatan harus didasarkan pada kebutuhan nyata Guru dan Sekolah jangan sampai kegiatan ini dianggap sebatas seremonial ". 

Lebih lanjut Kadis Apris Manafe menjelaskan, kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang melibatkan Lembaga Sekolah Negeri dan Swasta merupakan kolaborasi yang kuat dalam menjawab tantangan Pendidikan dikabupaten Timor Tengah Selatan. Sembari melanjutkan Dokumentasi Praktik baik dari Murid,laporan kegiatan secara berkala dan evaluasi harus dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS . Ungkapnya 

Dalam arahannya, Ia. ( Kadis Apris A. Manafe ) Menginggung Musyawarah Guru Mata Pelajaran tidak boleh diukur dari banyaknya pertemuan atau kehadiran peserta ,kita harus melihat kegiatan tersebut dari adanya perubahan Kualitas mengajar  Guru demi kepentingan Murid.

Mengakhiri sambutannya Kadis Apris Manafe menyinggung, melalui kegiatan MGMP guru harus saling berbagi praktik baik,mendiskusikan kesulitan Pembelajaran,mengembangkan solusi yang akan diterapkan di kelas masing masing untuk menjadikan pembelajaran prioritas utama murid. “ Literasi,Numerasi adalah kunci keberhasilan Guru”. 

Sementara ditempat terpisah persisnya Zona 5 yang berlokasi di Sekolah Menegah Pertama ( SMP) Negeri 1 Amanatun Selatan pada Rabu 28 Oktober 2026 di ruangannnya Yosa Masrselina Nomleni.S.Pd kepada Liputan Timor Raya.Co.Id mengatakan, kegiatan Musyawarah Guru Mata ( MGMP) sudah berlangsung sejak hari Selasa,dan hari ini hari terakhir. Kegiatan MGMP di Zona 5 terdiri atas 11 Mata Pelajaran dan ada 242 guru dari 22 Sekolah Negeri Swasta yang tersebar di Empat Kecamatan ikut ambil bagian. 

“Sebagai tuan rumah saya bersama dewan guru memfasilitasi 11 ruangan untuk kegiatan MGMP berjalan sesuai jadwal,karena awalnya harus berlokasi di SMPN Nunu posmanu". Ungkapnya

11 Mata Pelajaran yang di Musyawarahkan adalah Bahasa Indonesia,Bahasa Inggris,mata Pelajaran IPA,IPS, PJOK,Prakarya Matematika dan Mata Pelajaran Agama Khatolik juga Protestan. Ungkap Kepsek  Yosa Marselina Nomleni 

Dia ( Kepsek Y.Nomleni) menjelaskan, dari kegiatan MGMP untuk 11 Mata  Pelajaran pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS memfasilitasi 7 Orang Narasumber yakni, Dani Liem.Spd, Mars F.Silla.Spd,Amelia Liunima.Spd, Marci Lassa.Spd, Erik A.G. Banggu. SPD dan Semuel E. Assam.Spd. 

Ditanya soal Koordinator Zona 5 yang tidak berada di tempat? Kepala Sekolah SMPN 1 Amanatun Selatan ( kepsek SMPN Oinlasi) Yosamina Nomleni menjelaskan, pak Koordinator Zona 5 Jemris Nome lagi berada di SoE mendampingi Kepala Dinas Bapak Apris Manafe dan Kepala Bidang SMP Ibu Serli Kamlasi pada kegiatan MGMP yang sama.

Pantauan Wartawan pada kegiatan MGMP Zona 5,berlangsung aman yang mana Guru Mata Pelajaran dan Narasumber saling introspeksi memberikan edukasi untuk menyamakan persepsi. ( Mlr/ Dion)