Akibat keterlambatan bahan bangunan,progres pekerjaan terhambat
Galeri Foto
2 foto
Utama
SoE, liputan timorraya.com - Akibat keterlambatan bahan bangunan berupa batu batako,progres pekerjaan 2 Ruang Kelas Baru program Pemerintah melalui program Revitalisasi Santunan Pendidikan di Sekolah Dasar Inpres Klone bisa terhambat
Sekretaris Panitia pembangunan P2SP yang berinisial K.T yang dimintai keterangan terkait nama nama Panitia yang tidak termuat dalam papan informasi pekerjaan kepada Media ini Mengatakan, pak saya ada sibuk urus persiapan untuk mengajar,saya tidak punya waktu. “ Pak saya sibuk ”. Ungkapnya denga nada geram dan raud wajah yang ibarat singgah ingin menerkam mangsanya
"Kepala Sekolah Melkhisedek Saekoko yang hadir saat itu hanya menggelengkan kepalanya sembari meminta kertas putih dari salah satu guru bawahan dan mencoret nama nama Panitia P2SP dan menyodorkan kepada Media ini"
Pada kesempatan yang sama juga kepsek SDI klone menjelaskannkepada guru gurunya,Tamu adalah raja apalagi tamu kita adalah Media,tugas mereka jelas, mendapat Informasi, turun dan mengumpulkan informasi setelah itu baru teman teman Media bisa mengemas informasinya dalam sebuah berita,nah kalau teman teman alergy terhadap Media bagaimana kita maju? Pembangunan ini adalah bantuan Pemerintah dan sudah sepantasnya harus ada fungsi kontrol dan itu salah satu dari Media. Ungkap Kepsek Saekoko tenang
Pantauan wartawan pada lokasih pekerjaan Pembangunan Bantuan Pemerintah melalui Program Revitalisasi Santunan Pendidikan di Sekolah Dasar Inpres Klone untuk 3 Ruang Rehap ringan berjalaan baik sementara 2 Ruang Kelas Baru yang masuk dalam pekerjaan Rehap Berat mengalami kendala berupa bahan bangunan ( batu batako )
Kamarin 8 Oktober 2026 pengusaha batu batako baru berhasil mengadakan 300 buah dari jumlah 2000 buah yang dibutuhkan
Sementara Pengawas lapangan kerja Revitalisasi Santunan Pendidikan di Sekolah Dasar Inpres Klone Ayub lada yang dihubungi MLR melalui telpon selulernya tidak pernah tersambung alias berada di luar jangkauan.
Dilanin sisi terkait Tiem perencanaan lima ruang kelas yang dimana 3 Ruang untuk pekerjaan Rehap ringan dan 2 Ruang Kelas adalah Rehap berat alias bangun baru,kepada Liputan Timor Raya Jumat 09/10/2026 mengatakan, sesuai perencanaan dalam menggunakan pemebesin dari slof dasar dan tiang sudah sesuai prosedurnya yaitu besi 10 untuk Pekerjaan pembesian tiang utama dan tengah denga jarak behel 15 cm,sementara untuk cornya menggunakan batu peca. ( Mlr/ Dion) Bersambung*